JAKARTA—Nusapost.com. Pernyataan terhadap berbagai narasi. Agus Winarno, S.H, Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN), dengan pernyataan keras terhadap berbagai narasi yang dinilai sebagai upaya sistematis untuk melemahkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ketum RABN menegaskan, tidak akan tinggal diam jika ada pihak-pihak yang mencoba mengguncang stabilitas nasional melalui propaganda politik, operasi opini, maupun agenda tersembunyi yang mengarah pada delegitimasi kekuasaan yang sah. (13 Maret 2026)
Agus Winarno S. H., menilai bahwa Presiden Prabowo Subianto adalah pemimpin yang dipilih secara sah oleh rakyat melalui mekanisme demokrasi konstitusional. Oleh karena itu, setiap upaya untuk mengganggu jalannya pemerintahan bukan hanya serangan terhadap seorang presiden, tetapi juga bentuk penghinaan terhadap kehendak rakyat Indonesia.
Relawan Anak Bangsa Nasional menegaskan dengan sangat jelas: siapapun yang mencoba mengganggu, melemahkan, atau menggoyang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan berhadapan langsung dengan kekuatan politik rakyat yang tergabung dalam RABN. Kami tidak akan membiarkan kedaulatan bangsa ini dipermainkan oleh kepentingan manapun.
Pernyataan tersebut muncul menyusul beredarnya berbagai narasi yang menyebut adanya dugaan operasi pergantian rezim melalui jaringan opini global dan pendanaan lembaga tertentu yang ditujukan untuk membangun persepsi negatif terhadap pemerintahan baru Indonesia.
Menurut RABN, pola seperti ini bukanlah hal baru dalam politik internasional, di mana negara-negara berkembang sering menjadi sasaran operasi pengaruh untuk menggoyang stabilitas domestik, ungkapnya.
Ketua Umum RABN, menilai bahwa operasi semacam itu kerap menggunakan berbagai instrumen seperti jaringan aktivis, opini akademik, lembaga swadaya masyarakat, hingga propaganda digital untuk membentuk persepsi bahwa pemerintahan yang sah tidak memiliki legitimasi moral di mata publik.
“Ini bukan sekadar kritik. Ini adalah operasi politik yang dibungkus dengan jargon demokrasi dan hak asasi manusia.”
Polanya sudah jelas, membangun opini bahwa negara sedang mengalami kemunduran, memprovokasi ketidakpercayaan publik, lalu mendorong tekanan politik yang berujung pada instabilitas nasional.
Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN) menegaskan bahwa Indonesia bukan negara yang bisa dengan mudah dipermainkan oleh agenda geopolitik pihak luar. Sebagai negara berdaulat, Indonesia memiliki mekanisme demokrasi dan konstitusi yang harus dihormati oleh semua pihak.
Ketua RABN mengingatkan bahwa perang modern tidak selalu dilakukan dengan senjata, melainkan melalui perang informasi yang memanfaatkan media sosial, propaganda digital, dan operasi opini yang dirancang secara sistematis.
Menurutnya, jika ada yang berpikir bisa menjatuhkan Presiden Prabowo dengan propaganda, provokasi, dan operasi opini di media sosial, mereka sedang berhadapan dengan kesadaran rakyat yang jauh lebih kuat. Kami tidak akan membiarkan negara ini diacak-acak oleh kepentingan yang ingin melemahkan Indonesia dari dalam.
RABN juga menyerukan kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap konten-konten provokatif yang sengaja diproduksi untuk menciptakan rasa pesimis, ketakutan, dan kebencian terhadap pemerintahan yang sedang bekerja. Rakyat Indonesia harus bersatu menjaga stabilitas nasional dan tidak terjebak dalam permainan propaganda yang bertujuan memecah belah masyarakat.
Kami mengingatkan dengan tegas: demokrasi Indonesia bukan panggung eksperimen bagi pihak manapun. Jika ada yang mencoba mengganggu stabilitas negara, maka Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN) akan berdiri di garis depan bersama rakyat untuk melawannya secara politik,
Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN) menegaskan bahwa mandat rakyat kepada yg Presiden Prabowo Subianto harus dihormati oleh semua pihak. Pemerintahan yang sah harus diberi ruang untuk bekerja demi kepentingan bangsa dan negara.
Menurutya, jangan pernah mencoba memainkan api di negeri ini. Indonesia bukan negara yang bisa digoyang dengan propaganda murahan. RABN bersama rakyat siap menjaga Presiden Prabowo dan kedaulatan bangsa sampai titik terakhir, katanya.











